Sunday, November 25, 2012

PTK SD Media Gambar


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Indonesia 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sertifikasi guru menjadi suatu titik perhtaian yang sangat  menarik dan menyedot konsentrasi serta energi banyak orang dilingkungan pendidikan. Sertifikasi menjadi sangat penting dilakukan secara profesional dan proporsional karena guru adalah faktor pendidikan yang berada di garis terdepan dalam pelaksanaan proses pendidikan untuk itu guru dituntut memiliki dan menampilkan kinerja secara berkualitas sesuai dengan bidang tugasnya. Standar nasional pendidikan (2005)  telah  mengaskan bahwa guru harus memiliki kompetensi kepribadian, pedagogis, profesional, dan sosial. Guru dituntut mampu melakukan inovasi dalam proses pembelajarn. Misalnya berkenaan dengan  metode, penilaian maupun evaluasi yang bertujuan untuk mengembangkan pjotensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Peningkatan mutu pendidikan melalui proses belajar mengajar yang inovatif di SDN Sukamanah 01 telah menjadi komitmen besar yang dilaksanakan oleh guru kepala sekolah, dan pembina pendidikan lainnya. Beberapa bentuk perwujudannya antara lain penyempurnaan kurikulum dan berbagai aspek pendukung lainnya. Penyempurnaan kurikulum dan berbagai kebutuhan setiap daerah menggiring para guru ke arah proses pembelajaran yang kondusip namun tidak dapat disangkal bahwa kemajuan zaman dan teknologi menuntut para guru untuk lebih kreatif menciptakan iklim kelas yang kondusif.
Penelitian tindakan kelas dapat dipandang sebagai bentuk penelitian yang mempu memberikan kontribusi sangat meyakinkan bagi upaya pemecahan masalah-masalah pendidikan pada tatanan praktis yaitu proses pembelajran di kelas. Pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik melalui serangkaian yang terencana sehingga peserta didik memeproleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajarinya. Matematika memiliki ciri-ciri antara lain abstrak, dedukatif, konsisten, hierarkis dan logis. Dari ciri-ciri matematika menyebabkan matematika tidak mudah dipelajari, dan pada akhirnya banyak siswa kurang tertarik pada matematika. Itu berarti perlu ada “jembatan” yang dapat menghubungkan keilmuan matematika supaya lebih mudah dipahami media yanga dipakai adalah media gambar.
Harapan penulis semoga mendapat pengalaman baru untuk memperbaiki, meningkatkan dan menemukan model-model pembelajaran yang bisa digunakan sebagai refleksi bagi penulis. 

1.         Identifikasi Masalah
a.    Pembelajarna Yang Diharapkan
Pembelajaran yang diharapkan berlangsung kondusip, siswa aktif siswa mampu menguasai materi dan mungkin diperlukan strategi pembelajran yang baik seperti menurut Dimiyati dari Soejono (Tiim Dosen MKDK Kurikulm dan Pembelajaran: 1996) strategi pembelajaran adalah kegiatan guru untuk memikirkan danb mengupayakan terjadinya konsistensi antara aspek-aspek dari komponen pembentukan sistem pembelajaran. Jadi guru harus memiliki khasanah metode dan teknik pembelajaran yang kaya.


b.   Kondisi Pembelajaran di Kelas

Tabel 1
Nilai Hasil Belajar Prasiklus
No
Nilai
Jumlah Siswa
Presentase
1
0 – 10
-
-
2
10 – 20
-
-
3
30 – 40
2
7,1%
4
50 – 60
8
28,5%
5
70 – 80
9
32,1%
6
90 – 100
9
32,1%
Jumlah
28
100%
Sumber pengolahan data lampiran

Data siswa tentang hasil tes evaluasi prasiklus tentang “Waktu yang menunjukan waktu yang tepat” dari 28 siswa yang telah mencapai KKM dan menguasai materi hanya 50% dan 50% nya lagi belum menguasai materi dan nilainya masih dibawah KKM.
Berdasarkan hasil pengamatan observasi diskusi dengan pembimbing supervisor 2, refleksi hasil PBM yang dilaksanakan dalam mata pelajaran matematika tentang “waktu tepat” diperoleh permasalahan sebagai berikut:
1)        Siswa kurang memahami materi pembelajaran.
2)        Siswa pasip dalam diskusi kelompok
3)        Siswa kurang mampu menyelesaikan soal yang diberikan guru.

2.      Analisis Masalah
Hasil repleksi dan masukan pembimbing supervisor 2 faktor penyebut hal-hal tersesbut diatas pada pembelajaran matematika tentang “waktu yang tepat” yaitu :
1)        Kurangnya motivasi guru untuk merangsang siswa aktif
2)        Kurang mengoptimalkan penggunaan alat peraga sebagai media pembelajaran
3)        Kurangnya pengelolaan kelas dalam berdiskusi

3.         Alternatif dan Priosritas Pemecahan Masalah
Alternatif dan prioritas pemecahan masalah adalah melakukan penelitian tindakan kelas untuk melakukan perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. Suasana kelas yang diharapkan tersebut dikaji dan dijadikan dasar untuk membuat rencana tindakan yang akan dilakukan. Di dalam kegiatan ini menjelaskan materi secara jelas dan melakukan tanya jawab supaya siswa aktif dan memahami materi, dengan menggunakan media gambar yang lebih  menarik.
Media gambar yans sesuai dan media yang bervariasi sehingga siswa lebih bersemangat belajar. Media gambar jam yang lebih menarik siswa agar materi cepat dipahami siswa dan pembelajaran terlaksana dengan baik. Dengan kata lain mengoptimalkan media gambar jam dalam pembelajaran supaya pembelajaran terlaksana, dengan bik siswa lebih menguasai materi.

B.       Rumusan Masalah
Yang menjadi fokus perbaikan pada pembelajaran matematika tentang “cara menentukan letak jarum jam” bagaimana media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang waktu dalam pembelajaran.
Secara operasional dari rumusan masalah tersebut dijabarkan melalui penelitian yaitu:
1.      Apakah dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang cara  menentukan letak jarum jam pada siswa di kelas II SDN Cukamanah 01 Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut?

Format dalam bentuk .doc (Ms. Word) selengkapnya email ke ginacomp.74@gmail.com

No comments:

Post a Comment