Saturday, November 3, 2012

Laporan PKP UT 2012


LAPORAN PKP-PGSD


PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA
DALAM OPERASI HITUNG

DAN

PENERAPAN METODA DISKUSI DALAM MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA


Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional
(PDGK 4501)






Disusun oleh :

Nama                          : ETI SUMIATI
NIM                            : 813195265
Pokjar                                    : Malangbong Kab Garut
Masa Regristasi         : 2009.2



UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ BANDUNG


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masih ada sebagian orang yang berpandangan bahwa peranan guru hanya mendidik dan mengajar saja. Mereka megalami kekeliruan besar dengan mengatakan bahwa tugas guru itu hanya satu-satunya bagi setiap guru. Pandangan modern seperti yang dikemukakan oleh Adams dan Dicklay bahwa peran guru sesumgguhnya sangat luas, meliputi: guru sebagai pengajar (teacher as an instructor); guru sebagai pembimbing (teacher as a consellor); guru sebagai ilmuwan (teacher as a scientis); guru sebagai pribadi (teacher as a person). Bahkan dalam arti lebih luas, dimana sekolah berfungsi juga sebagai penghubung antara ilmu dan teknologi dengan masyarakat, ekolah merupakan lembaga yang turut mengemban tugas modernisasi masyarakat, sekolah turut serta secara aktif dalam pembangunan. maka dengan demikian peranan guru menjadi lebih luas, meliputi guru sebagai penghubung, (teacher as a communicatior); guru sebagai modernisator; guru sebagai pembangun pembangunan (teacher as a constructor); guru sebagai pengajar.
Guru bertugas memberikan pengajaran di dalam sekolah (kelas). Ia menyampaikan pelajaran agar peserta didik memahami dengan baik semua pengetahuan yang telah disampaikan itu. Selain dari itu ia juga berusaha agar terjadi perubahan sikap, keterampilan, kebiasaan, hubungan sosial, apresiasi dan sebagainya melalui pengajaran yang diberikannya untuk mencapai tujuan-tujuan itu, maka guru perlu memahami sedalam-dalamnya pengetahuan yanag akan menjadi tanggung jawabnya dan menguasai dengan baik metode dan teknik mengajar.
Guru berkewajiban memberikan bantuan kepada peserta didik agar mereka mampu menemukan masalahnya sendiri, memecahkan masalahnya sendiri, mengenal diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Para peserta didik membutuhkan bantuan guru dalam hal mengatasi kesulitan-kesulitan pribadi, kesulitan pendidikan, kesulitan memilih pekerjaan, kesulitan dalam hubungan sosial dan interpersonal. Karena itu setiap guru perlu memahami dengan baik tentang teknik bimbingan kelompok, penyuluhan individu, teknik mengumpulkan keterangan, teknik evaluasi, statistik penelitian psikologi kepribadian dan psikologi belajar. Harus dipahami bahwa pembimbing yang terdekat dengan peserta didik adalah guru, karena peserta didik menghadapi masalah dimana guru tak sanggup memberikan bantuan cara memecahkannya baru meminta bantuan kepada ahli bimbingan (guidance specialis) untuk memberikan bimbingan kepada anak yang bersangkutan.
Berdasarkan paparan di atas dipahami bahwa pranan guru bukan sekadar memindahkan ilmu kepada murid-muridnya tetapi dalam konteks yang lebih luas yaitu sebagai pengajar, pemelihara, pendidik, Pembina, pembimbing, pengurus, pengarah, pemgelola, penyelidik, pengkaji, pakar rujuk, agen perubahan, agen sosialisasi, dan Pembina masa depan negara. Tujuannya membina peserta didik menjadi insan yang berguna kepada diri keluarga, masyarakat, dan Negara serta agama.
Proses belajar peserta didik di sekolah merupakan kegiatan yang direncanakan dan diorganisasikan oleh guru supaya tujuan pendidikan tercapai. Guru membelajarkan agar peserta didik dapat belajar dengan lebih baik. Tekanan seperti ini menempatkan guru dalam posisi yang sangat strategis sebagai pengelola proses belajar mengajar sebagaimana tercermin dalm kompetensi yang diisyaratkan padanya.
Winarno, Surakhmad (1988: 43-44) mengemukakan bahwa keckapan serta pengetahuan dasar yang dimiliki seorang guru terletak sedikitnya dalam 4 bidang utama, yaitu :
  1. guru harus mengenal setiap peserta didik yang dipercayakan kepadanya.
  2. guru harus memiliki kecakapan memberi bimbingan, karena pada dasarnya   mengajar merupakan satu bentuk bimbingan yang dapat dilaksanakan guru.
  3. guru harus memiliki dasar pengetahuan yang luas tentang tujuan pendidikan di Indonesia sesuai dengan tahap pembangunan.
  4. guru harus memiliki pengetahuan yang bulat dan baru mengenai ilmu yang diajarkan.
Kenyataan di kelas V SDN Cikarag 01 Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut khususnya pembelajaran Matematika di kelas V SDN Cikarag; Malangbong Garut harus terus diupayakan peningkatan dan pengembangan. Dalam hal ini berbagai permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran matematika harus dapat dipecahkan melalui alternatif pembelajaran yang relevan. Permaalahan dimaksud antara lain para siswa kurang sekali menunjukkkan kemampuan dalam perkalian dasar, sebagian besar siswa kurang hapal perkalian.

·         Mengenai Peninggalan Sejarah
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kendala yang muncul dalam pelajaran IPS adalah siswa kesulitan memahami tentang sejarah tersebut, karena berbagai aspek diantaranya: sulitnya untuk pembuktian sejarah tersebut, siswa begitu sungkan mengeluarkan pendapatnya.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis selaku guru kelas V SDN Cikarag 01 Malangbong Garut perlu melakukan perbaikan pembelajarn Matematika dan Ilmu Pengetahuan Sosial melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan judul Penggunaan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Operasi Hitung dan Penerapan Metoda Diskusi dalam Mata Pelajaran IPS untuk Meningkatkan Pemahaman siswa.

IDENTIFIKASI MASALAH
Data siswa hasil test formatif Operasi Hitung dari 50 siswa yang telah menguasai materi tersebut yang mendapat nilai 70 % keatas hanya 24 orang, sisanya 26 orang masih dibawah 60 %.
Dari hasil diskusi dengan teman sejawat didukung dengan pengumpulan data 26 siswa belum memahami teori operasi hitung.
Berdasarkan kasus tersebut di atas, proses identifikasi masalah yang dibantu oleh seorang guru kelas maka terungkap beberapa masalah yang terjadi selama pembelajaran berlangsung pada mata pelajaran Matematika (Operasi Hitung) yaitu:
1. Siswa kurang memahami terhadap materi pelajaran.
2. Siswa kurang mampu menyelesaikan soal yang diberikan guru.
3. Guru terlalu cepat menjelaskannya.
4. Kurang memberi contoh.
5. Siswa kurang berani bertanya.
Data siswa tentang hasil tes formatif tentang materi peninggalan sejarah, dari 50 siswa yang mendapat nilai 70 % ke atas hanya 21 orang sisanya 29 orang mendapat nilai 60 % ke bawah. 
Berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat didukung dengan pengumpulan data 29 orang belum memahami materi pelajaran. Berdasarkan kasus di atas, proses identifikasi masalah yang dibantu oleh seorang guru kelas maka terungkap beberapa masalah yang terjadi selama pembelajaran berlangsung pada mata pelajaran IPS (Peninggalan Sejarah) yaitu :
1. Siswa kurang termotivasi.
2. Siswa kurang berani bertanya.
3. Siswa kurang memahami materi yang disajikan.

ANALISIS MASALAH
Hasil refleksi dan masukan teman sejawat faktor penyebab hal-hal tersebut di atas pada pembelajaran Matematika yaitu :
1. Mengkondisikan siswa kurang tepat ke arah pembelajaran yang kondusif.
2. Tidak menggunakan alat peraga yang tepat sebagai media pembelajaran.
3. Waktu menjelaskan kurang memberi contoh.
Untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan materi Peninggalan Sejarah yaitu :
1. Anak kurang termotivasi, sehingga kurang aktif.
2. Kurang memberi contoh.
3. Metoda pembelajaran kurang.

B.           Rumusan Masalah
Yang menjadi fokus perbaikan serta pelatihan pada pembelajaran Matematika “ Bagaimana meningkatkan pemahaman materi operasi hitung dan perubahannya melalui alat peraga “
Secara operasional dari rumuan masalah tersebut dijabarkan melalui pertanyaan penelitian yaitu :
  1. Apakah penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang operasi hitung siswa kelas V SDN Cikarag 01malangbong Garut?
  2. Seberapa besar penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang operasi hitung siswa kelas V SDN Cikarag 01 Kecamatan Malangbong Garut?
Untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tentang peninggalan sejarah untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui diskusi kelompok. Secara operasional dari rumusan masalah tersebut dijabarkan melalui pertanyaan penelitian yaitu :
  1. Apakah metoda diskusi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pelajaran IPS di kelas V SDN Cikarag 01Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut?
  2. Seberapa besar diskusi kelompok dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pelajaran IPS kelas V SDN Cikarag 01 Kecamatan malangbong kabupaten Garut?

C.    Tujuan Perbaikan
Tujuan utama yang ingin dicapai dalam perbaikan ini adalah sebagai guru kelas V SDN Cikarag 01 Malangbong Garut penulis ingin mencoba melakukan upaya perbaikan pembelajaran untuk mengatasi pemasalahan dalam pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Matematika tentang Operasi Hitung serta mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), penulis mencoba melakkukan upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa.

D.          Manfaat Perbaikan
Perbaikan ini diharapkan memberikan kegunaan sebagai berikut :
1.      Bagi siswa
a.       Dapat memberikan kemudahan bagi siswa dalam belajar
b.      Dapat berfikir kritis.
c.       Dapat mengatasi kesulitan dalam belajar.
2.      Bagi Guru
a.       Dapat memilih atau menentukkan metoda yang tepat dalam pembelajaran.
b.      Dapat memilih strategi dan desain pembelajaran yang tepat.
c.       Dapat meningkatkan professionalisme guru dalam melaksanakan proses  kegiatan belajar mengajar.

3.      Bagi lembaga/ sekolah
Menciptakan kelulusan yang berkualitas.

Selengkapnya sms 081321342608

No comments:

Post a Comment